KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA
( KKK )
Perayaan Natal 2007, Tahun Baru 2008,
Kunci Taong dan Pengukuhan Badan Pengurus
Kerukunan Keluarga Kawanua Periode 2007 - 2012
Sabtu, 2 Februari 2008 di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara
yang dihadiri oleh lebih dari 4.000an Tou Kawanua se Jabodetabek
+KKK Makassar, Kendari, Malang, Kaltim, Batam & Daerah lainnya
(walaupun sehari sebelumnya yaitu Jumat 1 Feb. 2008, Jakarta dilanda banjir)
PENYALAAN LILIN NATAL IBADAH
Oleh Bpk. Sinyo H. Sarundayang
Gubernur Sulawesi Utara
Detik-detik Upacara Adat Pentahbisan/Pelantikan
Badan Pengurus KKK periode 2007-2012
Ketua Umum KKK : BENNY TENGKER
Wakil Ketua Umum KKK : BENNY J. MAMOTO
Refleksi Natal Ibadah oleh Pdt. R. A. Waney, M.Th
Doa Syafaat Ibadah oleh Pastor Jefry Bogia, M.Sc
Pemimpin Upacara Adat
Tonaas Kabasaran Jessy Wenas
Tonaas Adat Kebiasaan Bert Supit
Persiapan :
- Meja upacara adat terletak di tengah panggung/pentas
- Para Pengurus KKK berdiri dibagian belakang meja upacara.
- (Dikarnakan terbatasnya luas panggung, maka sebagian besar Pengurus KKK berjumlah 150 orang lainnya terpaksa harus berdiri di bagian depan dekat panggung, lengkap ber-Jas Tradisional (Pria) dan Kebaya Tradisional Minahasa (Wanita), serasi dan sama dengan Pengurus KKK yang berdiri diatas panggung.
Heinrich Rudolf Warouw, Ria Warouw, Boy Sompotan, Audy Wuisang,
James Tangkudung, Johny Wenas Polii (SEKJEN), Lexie Tumelap,
Max Jacob >>
>> Grace Luntungan, Merdy Rumintjap, Iksa Menajang, Stanly Rambitan, Jemmy Mokolensang,
Theo Wowor, Theresia Rooroh Paruntu, Roy Massie, Vonny Pangemanan, Harley Mangindaan,
Regi L.M. Senduk, Victorine Naaman.
Rombongan Benny Tengker didampingi Bert Supit dan dua kabasaran bertombak, siap di kanan pentas
- Rombongan Tonaas Wangko ; - Bpk. Sinyo H. Sarundayang # - Bpk. Theo Sambuaga # - Bpk. E. E. Mangindaan
- Rombongan Benny Mamoto didampingi Tonaas Kabasaran Jessy Wenas dan dua penari kabasaran berpedang.
- Meja upacara adat berisi setangkai batang tawaang, sembilan buah pinang muda dan sembilan daun sirih serta satu “Kouwer”.
Upacara Adat :
“Sumawut Tawa’ang” (Mencabut Tawa’ang) symbol pembatas, dengan demikian tidak ada lagi batas antara Benny Tengker dan
Benny J. Mamoto. Keduanya menjadi satu secara adat, seperti dua Ro’ong (Desa) disatukan menjadi satu Wanua (Negeri).
Jalannya Prosesi :
Tambor berbunyi, kedua rombongan Benny Tengker dan Benny Mamoto berjalan kearah meja upacara adat.
Bert Supit (Bahasa Tontenboan) terjemahannya : Bersalaman dengan Jessy Wenas, menjelaskan maksud tujuan upacara adat ini.
Jessy Wenas (Bahasa Tombulu) terjemahannya : Saya mewakili Bpk. Benny Mamoto, menyetujui usul Tonaas Bert Supit, kita ikuti saja semua
rencana Bpk. Benny Tengker dan wakilnya Bpk. Benny Mamoto memimpin kita, kita ini bagaikan anak ayam mengikuti ayam betina induk
mereka, seperti itulah, terima kasih.
Jessy Wenas mengambil Tawa’ang meminta Benny Tengker dan Benny Mamoto memegang dengan kedua tangan masing-masing.
Yessi Wenas (Bahasa Tombulu) terjemahannya : Tawa’ang ini hanya satu bertangkai lurus, sekarang kamu berdua menjadi satu, satu pikiran, satu hati, satu kata, seluruh batang Tawa’ang ini, demikian juga hatimu berdua.
Mengikat Benny Tengker dan Benny Mamoto dengan kain “Patola”, kain pusaka berusia 300 tahun. Symbol keduanya menjadi satu ikatan dalam adat.
- Mentahbiskan keduanya dengan pedang pusaka berasal dari tahun 1829, meletakkan dipundak kanan Benny Tengker dan pundak kiri Benny Mamoto.
- Kain pusaka dilepaskan, batang Tawa’an diletakkan di meja upacara adat.
Jessie Wenas : I YAYAT U SANTI, I YAYAT SANTI, I YAYAT U SANTI
Tambor dibunyikan : Semua rombongan adat diangkat oleh petugas.
---------------------- upacara adat selesai -------------------
> Bpk. Sinyo H. Sarundayang ( Gubernur SULUT )
> Bpk. E.E. Mangindaan ( Ketua Komisi II DPR-RI )
> Benny J. Mamoto ( Wakil Ketua Umum KKK )
> Benny Tengker ( Ketua Umum KKK )
> Bpk. Theo Sambuaga ( Ketua Komisi I DPR-RI )
Bpk. Sinyo H. Sarundayang, Gubernur SULUT
memberikan pesan khusus
kepada seluruh Pengurus KKK periode 2007-2012,
seusai upacara adat.