"Langkah Ke DEPAN"
oleh Benny J. Mamoto - Wakil Ketua Umum KKK.
"Perubahan" jadi kata kunci kampanye Presiden Amerika - saat ini - baik kandidat capres dari Partai Demokrat maupun kandidat dari Partai Republik.
Bagaimana dengan Tou Kawanua?
Perlukah gelora "perubahan" mengguncang tanah Minaesa?
Ya, kita tentu mau jujur dan mengakui, bahwa kita perlu berubah.
Arus transformasi, mestinya mengalir di sanubari tou kawanua.
"Kita perlu berubah dan mengubah cara berpikir dan bertindak".
Adakah dari antara kita yang mau berkanjang dalam pola hidup "kalo ada tadah, nyanda ada bahagia?"
Bukankah semua kita mau berpikir dan bertindak dalam format dan desain "smart way of life" untuk meraih sukses dan kebahagiaan hidup?
Kita memang mau melangkah ke depan dengan "meninggalkan" cara pandang
"SEI RE'EN" ("AKU" yang cenderung "INDIVIDUALIS").
Kita tinggalkan "SIFAT dan SIKAP BAKU CUNGKEL".
Kita mau melangkah ke depan dengan "bergandengan tangan, baku bekeng pande, baku tongka, dan baku sayang", untuk mencapai tujuan bersama.
Karena itu tak ada lagi istilah "biar kalah nasi, asal jangan kalah aksi", karena hidup kita memiliki tujuan pasti. "Kita mau berubah".
Makanya "torang bergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua".
Dan, di sini kita "membangun".
Kita mau "transformasi total terjadi", oleh karena itu kita "bersatu" dalam Kerukunan Keluarga Kawanua.
Dan di sini, kita gelorakan semangat "mapalus" untuk mewujudkan tujuan bersama.
Kita terus "baku bekeng pande, baku tongka dan baku sayang".
Kita yakin, kita semua bisa, karena berakar, bertumbuh dan berbuah dalam "nilai-nilai luhur" - yang "diwariskan" oleh para pendahulu kita - "firman Tuhan".
Semua dibangun di atas dasar "Sabda Allah", yang tertulis dalam "Kitab Suci".
Kita yakin, semua bisa dicapai oleh pertolongan Roh Kudus, oleh karena iman kepada Yesus Kristus dan oleh anugerah Allah Bapa yang penuh kasih karunia. Oleh sebab itu kita pun berusaha untuk hidup bijaksana, adil dan beribadah.
Tuhan beserta kita.