KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA
( KKK )
INFORMASI
S O L U S I
MATUARI
MAESA
MAPALUS

Galery Foto di Kampung Jawa Tondano (JATON) Kabupaten Minahasa
Propinsi Sulawesi Utara saat acara Gebyar Ketupat 1427 H (October 2006)
KONTRIBUTOR :
Ir. H. Rosian Anwar Pulukadang
Wakil Kepala Bidang Mental & Spritual
Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK)
Email : rosian_pulukadang@yahoo.com
Bpk. Sinyo H. Sarundayang (Gubernur SULUT), Bpk. Damopolii (Ketua DPRD Propinsi SULUT) dan Bpk. Vreeke Runtu (Bupati Kabupaten Minahasa) memasuki lokasi acara Gebyar Ketupat 1427H JATON, terletak di Kampung JATON (Jawa Tondano) Kab Minahasa, Prop Sulut
Peresmian Acara
GEBYAR KETUPAT 1427H JATON
dgn memukul REBANA oleh Gubernur SULUT
IBU Gubernur Propinsi Sulut melakukan Pengguntingan Pita Pembukaan Acara
dan
masuk ke Lokasi Acara  GEBYAR KETUPAT 1427H JATON
Bapak & Ibu Gubernur Propinsi Sulut mengambil dan menikmati Ketupat dari
kumpulan Ketupat-Ketupat berbentuk kotak raksasa yang mendapat Rekor MURI
Bpk Vreeke Runtu (Bupati Kab Minahasa)
sedang menikmati Ketupat tersebut
Ketupat Raksasa Jaton yang masuk dalam Rekor MURI
Gubernur Sulut Sinyo H. Sarundayang memberikan Piagam MURI KETUPAT kepada Bupati Minahasa Vreeke Runtu
Pertunjukan Kesenian JATON saat Acara Gebyar Ketupat 1427H JATON

Kesenian JATON

BERSELAWAT
Kesenian Jaton "Saman" yang sudah diaplikasikan dengan Tarian Minahasa
Tarian MAENGKET "JATON"
" UTU "  dan  " KEKE "  Jaton

Sejarah Jawa Tondano Bag. 1

klik disini

atau
hubungi kami

Tingkatkan Kualitas Gebyar Ketupat Jaton 
www.hariankomentar.com   -  09 Oktober 2008 -  (yok)

Tondano, KOMENTAR

Kegiatan keagamaan umat Muslim Kelurahan Kampung Jawa, Tondano (Jaton) bertajuk Gebyar Ketupat 3, Rabu (08/10) kemarin, dihadiri Gubernur Sulut, Drs Sinyo Sarundajang.
Dalam sambutan, gubernur mengatakan, Gebyar Ketupat di Kampung Jawa ini merupakan khazanah budaya dan religius. Karenanya, apa yang dilakukan ini haruslah didukung.

Namun gubernur menginginkan, Gebyar Ketupat ini bisa menjadi event tahunan yang perlu ditingkatkan bobot kualitasnya. Oleh sebab itu, Sarundajang berharap adanya tim pengkaji budaya, ilmu dan religius untuk kegiatan ini agar supaya dapat menarik banyak orang.
"Acara ini tidak boleh instant, tapi perlu disiapkan jauh-jauh hari, teristimewa untuk panitia pelaksanaannya," tukasnya.

Sementara, tokoh masyarakat Kampung Jawa, Abdi Buchari SE mengatakan, perayaan ketupat ini memiliki makna yakni persaudaraan antarsesama masyarakat Kampung Jawa yang tersebar di luar tanah Minahasa, persaudaraan sebagai anak bangsa dan merupakan tradisi dan budaya masyarakat Kampung Jawa.

Dalam Gebyar Ketupat 3 ini ada beberapa kegiatan yang menarik minat pengunjung, di antaranya Salawat Jowo, Festival Band Islami, Hadra dan Pencak Silat.
Turut hadir dalam perayaan tersebut, Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Muslim Kampung Jawa.
Ada pun Gebyar Ketupat 3 ini dilaksanakan di depan Masjid Al- Falah, Kelurahan Kampung Jawa.(jok)