PALAKAT

Malam bae Ibu, Bapak, Saudara sekalian yang saya hormati.
Dengan berkembangnya kondisi saat ini, beberapa hal ingin saya sampaikan:

1. MPA VIII sudah terlaksana dan sah.

2. Kerukunan Keluarga Kawanua adalah organisasi sosial budaya kemasyarakatan, berlandaskan kekeluargaan bagi seluruh warga Kawanua, dan merupakan wadah/rumah untuk torang samua berkumpul.

3. Ada kerinduan dari banyak warga Kawanua agar terbina kembali kerukunan dan tidak semakin terpecah belah karena masalah 'pecah' organisasi.

4. Upaya tersebut termasuk meluruskan apa yang terjadi selama ini bahwa Organisasi KKK dan yang memisahkan diri adalah 2 organisasi yg berbeda, tetapi memakai identitas yang sama. Sejak awal identitas torang jelas adalah KKK. Ada yang memakai KKKP, kemudian menjadi PKKK, yang memakai brand KKK. Tentunya kami tidak menutup mata bahwa muncul kembali konflik seakan ada dualisme organisasi yang membingungkan warga Kawanua dan para anggota KKK (Roong/Daerah, Taranak, Fungsional)

5. Penundaan pelantikan yang direncanakan setelah Pilkada, terjadi setelah kami ada komunikasi dengan Gubernur Sulut bapak Olly Dondokambey. Komunikasi tersebut berlanjut dengan kami diterima berdiskusi dengan pak Gub, hari Kamis lalu.

6. Kerukunan Keluarga Kawanua memang independen dan selama ini tidak dilantik oleh Gubernur Sulut. Gubernur sebagai saksi pada acara Pengukuhan/Pelantikan. Tetapi sebagai organisasi mitra Pemprov Sulut di luar Sulawesi Utara, adalah hal yang baik untuk KKK bertukar pikiran dengan Gubernur demi kebaikan bersama warga Kawanua.
Menjelang rencana pelantikan, kami mengajak Gubernur Sulut untuk bisa ikut / turun tangan dalam penyelesaian konflik yang ada selama ini sebagai sosok yang mengayomi masyarakat Sulut, yang tentu berhubungan dengan warga Kawanua (masyarakat di rantau) yang merupakan keluarga dari masyarakat Minahasa/ Sulut. Pak Gub menghargai masukan2 dari kami dan menerima untuk turut memperhatikan organisasi KKK.

Read More